Apa Itu Central Heterochromia? Kenali Penyebab dan Jenisnya

Ditinjau oleh Dr. Valenchia, SpM, ChM
Oleh Tim Medis JEC

  29 May 2026

  75 Views

Share
Central heterochromia

Warna mata yang tampak berbeda pada satu iris sering dianggap sebagai ciri mata yang unik. Kondisi ini dapat terjadi secara alami maupun dipengaruhi oleh faktor tertentu pada mata.

Perbedaan warna pada iris mata dikenal sebagai heterochromia. Salah satu jenisnya adalah central heterochromia yang ditandai dengan lingkaran warna berbeda di sekitar pupil mata.

Central heterochromia membuat bagian tengah iris memiliki warna berbeda dibandingkan dengan area sekitarnya. Pahami penyebab, jenis, hingga diagnosis kondisi ini melalui pembahasan berikut.

Apa Itu Central Heterochromia?

Central heterochromia adalah kondisi ketika bagian tengah iris mata memiliki warna yang berbeda dari bagian luar iris. Perbedaan warna ini biasanya membentuk lingkaran di sekitar pupil sehingga mata tampak memiliki dua warna yang berbeda dalam satu iris.

Kondisi ini umumnya terjadi secara alami karena faktor genetik dan sering kali tidak berbahaya. Heterochromia sentral dapat muncul pada satu atau kedua mata dengan kombinasi warna yang beragam, seperti cokelat di tengah iris dan hijau atau biru di bagian luar iris.

Jenis-Jenis Central Heterochromia

Heterochromia sentral dapat dibedakan berdasarkan waktu terjadinya, yaitu sejak lahir maupun akibat kondisi tertentu yang muncul kemudian hari. Berikut jenis-jenisnya:

1. Congenital Central Heterochromia

Congenital central heterochromia adalah kondisi perbedaan warna iris yang sudah ada sejak lahir atau berkembang sejak masa kanak-kanak. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik dan terjadi akibat distribusi melanin pada iris yang tidak merata.

Sebagian besar kasus congenital central heterochromia tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kemampuan penglihatan. Warna yang berbeda pada iris justru sering dianggap sebagai variasi alami yang membuat tampilan mata terlihat unik.

2. Acquired Central Heterochromia

Acquired central heterochromia adalah perubahan warna iris yang muncul setelah lahir atau terjadi seiring waktu. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti cedera mata, peradangan, penggunaan obat tertentu, hingga penyakit mata tertentu.

Berbeda dengan congenital central heterochromia, acquired central heterochromia perlu diperhatikan lebih lanjut, terutama jika perubahan warna mata terjadi secara tiba-tiba atau disertai gejala lain, seperti nyeri, penglihatan kabur, atau mata merah. Pemeriksaan oleh dokter mata penting untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

Baca juga: Daun Sirih untuk Mata, Amankah? Ini Fakta Medisnya!

Penyebab Central Heterochromia

Central heterochromia terjadi karena perbedaan jumlah atau distribusi melanin pada iris mata. Melanin merupakan pigmen alami yang berperan dalam menentukan warna kulit, rambut, dan mata. Semakin banyak melanin pada iris, warna mata akan tampak lebih gelap. Sebaliknya, jumlah melanin yang lebih sedikit membuat warna mata terlihat lebih terang.

Pada banyak kasus, heterochromia sentral disebabkan oleh mutasi genetik acak yang terjadi selama perkembangan tubuh. Meski faktor keturunan dapat berperan, kondisi ini tidak selalu diwariskan dari orang tua kepada anak.

Selain faktor bawaan, heterochromia sentral juga dapat muncul akibat kondisi tertentu yang terjadi setelah lahir. Beberapa penyebabnya meliputi:

  • Diabetes.
  • Infeksi mata.
  • Horner’s syndrome.
  • Peradangan pada iris.
  • Efek samping obat tertentu.
  • Cedera atau trauma pada mata.
  • Pigment dispersion syndrome (PDS).

Perbedaan Central Heterochromia dan Mata Hazel

Central heterochromia dan mata hazel sama-sama membuat mata terlihat memiliki perpaduan warna yang unik. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam pola dan penyebaran warna.

Pada central heterochromia, terdapat lingkaran warna berbeda yang mengelilingi pupil sehingga bagian tengah iris tampak kontras dengan area luar iris. Perbedaan warna ini biasanya terlihat jelas dan terfokus di sekitar pupil.

Sementara itu, mata hazel memiliki perpaduan warna yang tersebar merata di seluruh iris, seperti kehijauan atau kecokelatan. Warna tersebut juga dapat terlihat berbeda bergantung pada pencahayaan dan sudut pandang.

Baca juga: Mata Sayu: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tips Pencegahannya

Diagnosis dan Penanganan Central Heterochromia

Untuk memastikan kondisi central heterochromia, dokter mata akan melakukan anamnesis atau wawancara medis terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan warna iris merupakan kondisi bawaan yang normal atau berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu.

Dokter biasanya akan memeriksa bentuk, warna, dan distribusi pigmen pada iris untuk melihat pola perubahan warna yang terjadi. Selain itu, pemeriksaan penglihatan, respons pupil terhadap cahaya, tekanan bola mata, hingga kondisi saraf optik juga dapat dilakukan untuk memastikan tidak ada kelainan lain pada mata.

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mencari penyebab yang mendasarinya, seperti optical coherence tomography (OCT), yaitu tes pencitraan noninvasif yang menghasilkan gambar penampang retina yang detail.

Pengobatan acquired heterochromia dilakukan berdasarkan penyebab utamanya. Apabila pemeriksaan mata dan hasil pencitraan tidak menemukan kelainan tertentu, biasanya kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus.

Seberapa Langka Central Heterochromia?

Central heterochromia termasuk kondisi mata yang cukup jarang. Hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai jumlah kasus heterochromia sentral secara spesifik.

Meski demikian, heterochromia secara umum diketahui memiliki prevalensi yang rendah. Sebuah penelitian pada Journal of Optometry (2021) yang menganalisis sekitar 11.111 foto berkualitas tinggi memperkirakan bahwa heterochromia hanya terjadi pada sekitar 0,063% populasi.

Demikian penjelasan mengenai central heterochromia, mulai dari penyebab, jenis, hingga proses diagnosisnya. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi Anda tetap perlu waspada apabila perubahan warna iris muncul secara tiba-tiba atau disertai keluhan pada mata.

Konsultasi dengan dokter mata dapat membantu memastikan apakah perbedaan warna iris merupakan kondisi normal atau berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu. Jika diperlukan, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya dengan lebih akurat.

Untuk memudahkan pemeriksaan awal, Anda dapat memanfaatkan layanan Teleoftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics. Layanan ini memungkinkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis mata secara praktis terkait berbagai keluhan mata, termasuk perubahan warna iris seperti heterochromia sentral.

Melalui layanan Teleoftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata dengan lebih mudah tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Layanan ini membantu Anda memperoleh informasi awal, rekomendasi pemeriksaan, hingga penanganan yang sesuai dengan kondisi mata Anda.

 

Baca juga: Apa Itu Madarosis? Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya 

icon-doctor