Apa Itu Madarosis? Kenali Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Oleh Tim Medis JEC

  30 Apr 2026

  19 Views

Share
Madarosis

Alis dan bulu mata memiliki peran penting, tidak hanya dalam menunjang penampilan tetapi juga dalam melindungi mata dari debu dan kotoran. Ketika keduanya mulai rontok secara tidak wajar, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan tertentu.

Kerontokan pada alis dan bulu mata dapat dipicu oleh berbagai faktor. Memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya akan membantu Anda mengambil langkah yang tepat sejak dini. Simak penjelasan lengkapnya hingga akhir untuk mengetahui lebih lanjut.

Apa Itu Madarosis?

Madarosis adalah kondisi medis yang menyebabkan kerontokan pada alis dan/atau bulu mata. Dalam kondisi normal, alis dan bulu mata memang bisa rontok beberapa helai setiap hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut. Namun, pada madarosis, jumlah rambut yang rontok lebih banyak daripada yang bisa digantikan oleh pertumbuhan rambut baru.

Akibatnya, alis dan bulu mata bisa terlihat semakin tipis, tidak merata, bahkan hilang di beberapa area. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat mengurangi fungsi perlindungan alami dari debu, kotoran, dan keringat.

Dilansir National Library of Medicine, madarosis juga berkait dapat berkaitan dengan gangguan autoimun seperti Alopecia areata di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan kerontokan, termasuk pada area alis dan bulu mata.

Jenis-Jenis Madarosis

Madarosis dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis berdasarkan lokasi kerontokan, luas area yang terdampak, hingga penyebab yang mendasarinya. Berikut berbagai jenis madarosis yang perlu Anda ketahui:

1. Berdasarkan Lokasi

Berdasarkan lokasinya, madarosis dapat dibedakan menjadi kerontokan yang terjadi pada alis (superciliary madarosis), pada bulu mata (ciliary madarosis), atau keduanya secara bersamaan.

2. Berdasarkan Area yang Terdampak

Berdasarkan area yang terdampak, madarosis dapat terjadi secara unilateral, yaitu hanya pada satu sisi wajah, atau bilateral yang mengenai kedua sisi sekaligus.

Dalam beberapa kasus, kerontokan tidak hanya terbatas pada alis atau bulu mata, tetapi juga dapat disertai kerontokan rambut di area lain seperti kulit kepala atau janggut.

3. Berdasarkan Luas Kerontokan

Dilihat dari luas kerontokannya, madarosis dapat bersifat total, yaitu ketika seluruh alis atau bulu mata rontok, atau parsial yang hanya terjadi pada sebagian area tertentu. Tingkat kerontokan ini dapat membantu menggambarkan tingkat keparahan kondisi yang dialami.

4. Berdasarkan Kerusakan Folikel Rambut

Berdasarkan kondisi folikel rambut, madarosis dibedakan menjadi non-skar dan skar. Pada madarosis non-skar, folikel rambut masih utuh sehingga rambut berpotensi tumbuh kembali.

Sementara itu, pada madarosis skar, folikel telah mengalami kerusakan sehingga rambut sulit atau bahkan tidak dapat tumbuh kembali.

5. Berdasarkan Durasi

Dilihat dari durasinya, madarosis dapat bersifat sementara (reversibel) atau permanen. Madarosis sementara biasanya akan membaik setelah penyebabnya diatasi, sedangkan madarosis permanen cenderung menetap dan memerlukan penanganan khusus.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Sakit di Alis Mata yang Efektif dan Aman

Penyebab Madarosis

Madarosis dapat terjadi akibat berbagai kondisi yang memengaruhi kesehatan folikel rambut di area alis dan bulu mata. Penyebabnya tidak selalu sama pada setiap orang sehingga penting bagi Anda untuk mengenali faktor-faktor yang mungkin berperan. Berikut penjelasannya:

1. Kondisi Kulit di Sekitar Mata

Sejumlah kasus madarosis sering kali dipicu oleh gangguan pada kulit di area sekitar mata. Kerusakan atau iritasi pada kulit dapat berdampak langsung pada pertumbuhan alis dan bulu mata. Beberapa kondisi yang berkaitan adalah:

  • Blefaritis (peradangan kelopak mata).
  • Dermatitis seboroik.
  • Dermatitis kontak (reaksi alergi atau iritasi, misalnya akibat kosmetik).
  • Eksim.
  • Psoriasis.
  • Rosacea okular.

2. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri. Gangguan ini dapat berdampak pada berbagai organ dan jaringan, termasuk folikel rambut. Beberapa penyakit autoimun yang diketahui dapat menyebabkan madarosis meliputi:

  • Alopecia Areata.
  • Lupus eritematosus.
  • Skleroderma.
  • Sarkoidosis.

3. Infeksi

Infeksi yang menyebabkan peradangan pada kulit atau merusak folikel rambut juga dapat menjadi penyebab madarosis. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kusta (lepra).
  • Sifilis.
  • Infeksi jamur (tinea).
  • Herpes zoster.
  • HIV/AIDS.

4. Efek Samping Obat atau Paparan Tertentu

Madarosis juga dapat terjadi sebagai dampak dari pengobatan atau respons tubuh terhadap zat tertentu, antara lain:

  • Kemoterapi.
  • Terapi radiasi.
  • Reaksi alergi.
  • Obat-obatan tertentu (misalnya retinoid, antikoagulan, atau obat kejang tertentu)

5. Penyebab Lainnya

Selain faktor-faktor di atas, terdapat kondisi lain yang dapat memengaruhi kesehatan rambut, mata, maupun sistem pendukung folikel rambut sehingga memicu madarosis. Berikut beberapa di antaranya:

  • Hipotiroidisme.
  • Hipertiroidisme.
  • Kanker kulit.
  • Beberapa jenis kondisi genetik.
  • Kekurangan nutrisi, seperti zinc, protein, atau biotin.
  • Trikotilomania, kebiasaan menarik rambut secara berulang.
  • Gangguan pada sistem air mata, seperti disfungsi kelenjar Meibôm atau dakrioadenitis.

Gejala Madarosis

Madarosis umumnya ditandai dengan perubahan pada alis dan bulu mata, baik dari segi jumlah, ketebalan, maupun kondisi kulit di sekitarnya. Namun, terkadang beberapa orang juga mengalami gejala tambahan seperti kemerahan atau rasa gatal di sekitar area mata.

Di sisi lain, jika madarosis dipicu oleh kekurangan zat besi, kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti anemia dan kerontokan rambut pada kulit kepala. Pada kasus yang terkait dengan Alopecia areata, biasanya terlihat rambut yang tumbuh pendek, mudah patah, dan berbentuk menyerupai tanda tanya.

Baca juga: Kenapa Mata Besar Sebelah? Kenali Faktor Penyebabnya

Diagnosis Madarosis

Diagnosis madarosis dilakukan untuk mengetahui penyebab kerontokan bulu mata atau alis yang dialami pasien. Dokter akan memulai dengan anamnesis untuk menggali informasi terkait gejala, riwayat penyakit, penggunaan produk kosmetik, serta kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kondisi tersebut.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area mata dan kulit di sekitarnya. Jika diperlukan, dokter dapat menggunakan satu atau lebih pemeriksaan berikut untuk memastikan diagnosis:

  • Dermoskopi.
  • Trikoskopi.
  • Biopsi kulit.
  • Swab kulit.
  • Tes darah untuk mendeteksi gangguan hormon atau infeksi.

Pengobatan Madarosis

Pengobatan madarosis berfokus pada mengatasi penyebab yang mendasarinya. Adapun metode yang digunakan untuk menangani madarosis meliputi:

  • Obat topikal atau oral untuk mengatasi infeksi bakteri atau jamur.
  • Penggunaan obat penumbuh rambut, seperti minoxidil.
  • Prosedur medis, seperti transplantasi rambut pada kasus yang berat.

Apabila penyebab madarosis belum dapat dipastikan atau tidak menunjukkan respons terhadap pengobatan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyamarkan kerontokan, di antaranya:

  • Cangkok bulu mata.
  • Menggunakan bulu mata dan alis palsu.
  • Menggunakan kosmetik untuk membentuk tampilan bulu mata dan alis.

Demikian penjelasan mengenai penyebab hingga cara mengatasi madarosis. Meski pada beberapa kasus kondisi ini tidak berbahaya, Anda tetap perlu memperhatikan perkembangannya, terutama jika kerontokan semakin parah atau disertai gejala lain seperti iritasi, nyeri, atau perubahan pada kulit di sekitar mata.

Untuk memastikan penyebabnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi ini berkaitan dengan infeksi, gangguan imun, atau masalah kesehatan lainnya.

Jika Anda membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif, Anda dapat memanfaatkan layanan Okuloplasti dan Rekonstruksi Orbita di JEC Eye Hospitals and Clinics. Layanan ini dirancang khusus untuk menangani berbagai kondisi pada area sekitar mata, termasuk masalah pada kelopak, alis, dan struktur penunjang mata.

Seluruh proses pemeriksaan dan tindakan medis di JEC Eye Hospitals and Clinics ditangani langsung oleh dokter spesialis berpengalaman dan didukung oleh teknologi medis modern untuk memberikan tindakan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

 

Baca juga: Ptosis: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 

icon-doctor