Asteroid Hyalosis: Apakah Gangguan Penglihatan Serius?>
Asteroid hyalosis adalah salah satu kondisi mata yang sering tidak disadari karena biasanya tidak menimbulkan keluhan berarti. Meski begitu, kondisi ini tetap penting untuk diketahui agar Anda bisa lebih peka terhadap perubahan pada penglihatan.
Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini untuk memahami lebih jauh apa itu asteroid hyalosis hingga cara menanganinya.
Apa Itu Asteroid Hyalosis?
Asteroid hyalosis adalah kondisi pada mata yang ditandai dengan munculnya partikel kecil berwarna kuning yang tampak berkilau di dalam vitreus, yaitu gel bening yang mengisi bagian dalam mata. Partikel ini disebut asteroid bodies dan tersusun terutama dari kalsium serta lemak/fosfolipid.
Umumnya, asteroid hyalosis tidak berbahaya dan pada kebanyakan kasus tidak memerlukan pengobatan. Kasus ini banyak ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan mata rutin. Menariknya, kondisi ini biasanya hanya terjadi pada satu mata.
Kadang, kondisi ini dapat disertai dengan munculnya floaters, yaitu bayangan kecil yang tampak melayang saat melihat. Namun, floaters bisa disebabkan oleh berbagai kondisi mata dan tidak selalu berkaitan dengan asteroid hyalosis.
Penyebab Asteroid Hyalosis
Penyebab pasti asteroid hyalosis belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Kondisi ini diduga bisa berhubungan dengan beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan muncul setelah tindakan medis pada mata, misalnya operasi katarak. Meski begitu, kejadian seperti ini sangat jarang terjadi dan bukan efek samping yang umum dari operasi tersebut.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Retina Mata Bermasalah & Cara Mengatasinya
Faktor Risiko Asteroid Hyalosis
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya asteroid hyalosis, di antaranya:
- Usia lanjut, terutama di atas usia 50-60 tahun.
- Jenis kelamin laki-laki, yang tercatat lebih sering mengalami kondisi ini dibanding perempuan (sekitar 60% kasus).
- Diabetes tipe 2.
- Kolesterol tinggi (hiperlipidemia).
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa hubungan ini masih berupa temuan penelitian, bukan kepastian sebab-akibat.
Artinya, para ahli belum bisa memastikan apakah kondisi-kondisi tersebut benar-benar menjadi penyebab langsung asteroid hyalosis, tetapi ditemukan lebih sering terjadi pada orang yang mengalaminya dibandingkan dengan yang tidak.
Gejala Asteroid Hyalosis
Asteroid hyalosis utamanya ditandai dengan kemunculan bintik-bintik kecil berwarna putih di dalam penglihatan.
Bintik-bintik ini biasanya sangat sulit terlihat dan hanya bisa disadari jika dilihat dengan pencahayaan yang tepat serta dilakukan pemeriksaan yang cukup teliti. Dalam beberapa kasus, bintik tersebut bisa tampak bergerak di dalam mata, tetapi umumnya tidak mengganggu penglihatan.
Banyak orang bahkan tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi ini biasanya baru diketahui saat pemeriksaan mata rutin oleh dokter mata.
Diagnosis Asteroid Hyalosis
Diagnosis asteroid hyalosis diawali dengan anamnesis (wawancara medis) untuk menggali gejala yang dialami pasien serta faktor risiko yang mungkin mendasari keluhan.
Kemudian, pasien akan menjalani pemeriksaan mata oleh dokter mata. Dokter dapat menggunakan slit lamp dan pemeriksaan fundus setelah pupil dilebarkan untuk melihat bagian dalam mata dengan lebih jelas.
Pada kasus tertentu, terutama bila partikel asteroid menghalangi pemeriksaan retina, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti optical coherence tomography (OCT). Teknologi pemeriksaan ini membantu menampilkan struktur lapisan retina di bagian belakang mata secara lebih rinci sehingga kondisi mata bisa dianalisis dengan lebih tepat.
Baca juga: Hemianopia: Penyebab, Gejala, serta Cara Mengobatinya
Cara Menangani Asteroid Hyalosis
Pada kebanyakan kasus, asteroid hyalosis tidak memerlukan pengobatan karena tidak mengganggu penglihatan.
Pengobatan biasanya baru dibutuhkan jika kondisi ini sudah cukup parah hingga menyebabkan penglihatan menjadi buram. Jika hal ini terjadi, dokter dapat melakukan operasi mata yang disebut vitrektomi.
Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat cairan bening di dalam mata yang sudah keruh, lalu menggantinya dengan cairan atau bahan lain yang bisa membantu menjaga bentuk mata sementara waktu.
Beberapa pengganti yang bisa digunakan antara lain cairan saline, minyak silikon, atau gelembung gas.
Setiap bahan memiliki cara kerja yang berbeda. Misalnya, minyak silikon mungkin perlu diangkat kembali melalui operasi lanjutan, sedangkan cairan saline dan gas biasanya akan digantikan secara alami oleh cairan mata baru seiring waktu.
Demikian penjelasan mengenai asteroid hyalosis, mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya. Jika Anda merasa penglihatan menjadi kurang jelas, sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter mata agar dapat diketahui lebih cepat. Deteksi dini penting untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan yang lebih serius.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi seperti pandangan buram dan floaters, Anda dapat berkonsultasi di JEC Eye Hospitals and Clinics melalui layanan Vitreoretina. Layanan ini menangani berbagai gangguan pada retina dan vitreous, yaitu bagian penting dalam proses penglihatan.
Dengan dukungan dokter spesialis dan teknologi modern, JEC Eye Hospitals and Clinics siap membantu Anda menjaga kesehatan mata dan penglihatan tetap optimal.
Baca juga: Mata Malas: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya


ENG