Lions Eye Bank

Jakarta

Jl. Terusan Arjuna Utara No.1, RT.7/RW.3, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk

09:00 - 17:00

Senin - Sabtu

Berita 

Panduan Pelayanan & Pengambilan jaringan Kornea Selama Wabah COVID-19 Oleh Lions Eye Bank Jakarta


Ketentuan Pengambilan Jaringan Kornea Administrasi bank mata dalam hal ini Lions Eye Bank Jakarta yang saat ini berada di Rumah Sakit Mata JEC Kedoya tetap berjalan dalam wabah COVID-19 dengan penerapan sistem kerja mengikuti himbauan pemerintah yaitu Work From Home/WFH. Untuk pelayanan terkait pengambilan jaringan kornea, kami selaku bank mata mengikuti prosedur dan aturan yang diterbitkan oleh Eye Bank Association of America/EBAA dengan update terakhir tanggal 2 April 2020.


Pengiriman hologram dan starter kit bagi Calon Donor Mata yang ingin mendaftar ke Lions Eye Bank Jakarta akan dikenakan biaya pengiriman sesuai dengan lokasi. Keputusan ini kami ambil karena Lions Eye Bank Jakarta sebagai organisasi non-profit menanggung biaya untuk cetak hologram dan starter kit, dengan memberikan ongkos kirim, para calon donor mata sudah sangat membantu kami.


COVID-19 merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran nafas. Penyebaran virus ini dapat terjadi jika orang lain kontak dengan droplet dari penderita secara langsung ataupun tangan menyentuh muka dan mata setelah memegang objek yang telah terpapar oleh droplet tersebut. Hingga saat ini, belum ada pelaporan terkait transmisi virus melalui transfusi darah maupun transplantasi jaringan. Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah oleh karena virus juga terdapat pada air mata, seseorang yang bertugas untuk mengambil jaringan kornea harus menyadari adanya kemungkinan untuk terpapar dan terinfeksi virus sehingga alat pelindung diri/APD lengkap sangat dianjurkan.


Melihat rendahnya pemeriksaan darah positif pada penderita COVID-19 dengan gejala berat, FDA menyimpulkan pemeriksaan utama yang menentukan seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak bukan berdasar hasil pemeriksaan darah melainkan hasil swab nasofaring/saluran nafas.  Dengan kata lain, untuk menentukan apakah jaringan kornea akan diambil atau tidak dengan tujuan untuk digunakan dalam operasi transplantasi kornea atau tidak adalah dengan dasar hasil swab nasofaring. 


Melihat rendahnya pemeriksaan darah positif pada penderita COVID-19 dengan gejala berat, FDA menyimpulkan pemeriksaan utama yang menentukan seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak bukan berdasar hasil pemeriksaan darah melainkan hasil swab nasofaring/saluran nafas.  Dengan kata lain, untuk menentukan apakah jaringan kornea akan diambil atau tidak dengan tujuan untuk digunakan dalam operasi transplantasi kornea atau tidak adalah dengan dasar hasil swab nasofaring. 


Ketentuan diambil atau tidaknya jaringan kornea seseorang untuk keperluan transplantasi dipengaruhi oleh:

  • Seseorang dengan status PDP atau penderita COVID-19 (termasuk tenaga medis)
  • Donor tidak akan digunakan jika:
  • Perbaikan gejala baru terjadi dalam waktu kurang dari 14 hari.
  • Hasil tes apakah orang tersebut suspek infeksi atau tidak belum keluar.
  • Donor mungkin digunakan jika:
  • Infeksi telah terkonfirmasi dengan hasil pemeriksaan swab dan resolusi gejala infeksi telah terjadi lebih dari 14 hari.
  • Gagal nafas terjadi dikarenakan penyebab di luar dari COVID-19
  • Seseorang dengan riwayat kontak dengan penderita atau suspek COVID-19 (PDP)
  • Donor tidak akan digunakan jika terdapat riwayat kontak terakhir dengan suspek atau penderita COVID-19 dalam rentang waktu kurang dari 14 hari
  • Donor mungkin digunakan jika: 
  • Riwayat kontak dengan penderita atau suspek lebih dari 14 hari dan kualitas donor kornea tidak mengalami perburukan.
  • Kemungkinan calon donor tersebut untuk terpapar infeksi COVID-19 sangat minim atau riwayat kontak kurang dari 14 hari namun kualitas donor tetap bagus dan terjaga - evaluasi resipien apakah ada faktor komorbid atau tidak
  • Donor dengan penyebab kematian bukan karena kelainan pernafasan, tidak memiliki kecurigaan infeksi COVID-19, dan riwayat perawatan di ICU dengan hasil swab negative


Sebagai panduan tambahan, FDA menyarankan untuk tidak menggunakan donor jika calon donor:

  • Memiliki riwayat kontak dengan seseorang suspek atau positif terinfeksi COVID-19 (ODP, PDP, suspek atau carrier)
  • Pernah terdiagnosis atau suspek terinfeksi COVID-19 (PDP)

Jika ternyata satu dari dua di atas positif, maka jaringan kornea tidak akan digunakan baik untuk keperluan transplantasi maupun penelitian.



Kategori gejala yang diderita seseorang dengan COVID-19 dibagi menjadi tiga yaitu ringan, sedang dan berat. Pembagian kategori ini didasari oleh gejala khas dan tidak khas. Selain panduan penggunaan jaringan kornea yang tersedia di atas, LEBJ menerapkan poin tambahan untuk melakukan penolakan terhadap penggunaan jaringan kornea atas dasar keputusan EBAA dengan FDA dalam rangka meminimalisasi kemungkinan terjadinya transmisi ataupun penularan infeksi dari calon donor kepada resipien.


Poin tambahan tersebut antara lain:

  • Pendonor adalah pasien atau dinyatakan positif COVID-19 dalam dua bulan terakhir.
  • Adanya kelainan atau penyakit saluran nafas disertai demam lebih dari 38 derajat dan memiliki satu atau lebih gejala COVID-19 yang khas dan berat tanpa adanya etiologi yang jelas dalam 28 hari terakhir
  • Memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19 atau ODP dalam 28 hari terakhir
  • Riwayat bepergian ke luar negeri dalam 28 hari terakhir
  • Adanya gambaran “ground glass” pada CT scan paru dalam 28 hari terakhir


Ketentuan EBAA menggunakan rentang 28 hari bukan 14 hari untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi kemungkinan transmisi penularan atau terjadinya infeksi, mengingat masa inkubasi seseorang dengan COVID-19 dari terpapar hingga munculnya gejala adalah 14 hari.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelayanan Lions Eye Bank Jakarta dapat menghubungi kami di telp : +62821 50 800 800 email : lionseyebankjakarta@jec.co.id