Glaukoma



Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh kerusakan saraf mata yang dikaitkan dengan peningkatan  tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan. Kerusakan ini bersifat permanen, dan dapat berakhir pada kebutaan.

Glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, khususnya di Asia. Glaukoma dapat merusak penglihatan dengan perlahan sehingga seringkali penderita tidak menyadari kerusakan tersebut sampai akhirnya kerusakan yang terjadi sudah pada tahap lanjut. Hal itu tentu sangat meresahkan, maka kami menyarankan untuk dilakukan check-up rutin pada mata anda sejak usia muda. Skrining glaukoma terutama sangat penting pada pasien dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma, berusia diatas 40 tahun ataupun mengidap penyakit diabetes melitus.

Tipe glaukoma yang umum terjadi adalah Glaukoma Primer Sudut Terbuka (Primary Open-Angle Glaukoma) dan Glaukoma Primer Sudut Tertutup (Primary Angle Closure Glaukoma) dimana keduanya memiliki mekanisme yang berbeda.


Mekanisme Glaukoma

Didalam bola mata terdapat cairan bola mata yang disebut sebagai akuos humor. Cairan ini diproduksi oleh organ mata yang disebut sebagai badan siliar. Akuos humor akan mengalir dari belakang melalui anak mata, disebut sebagai pupil, menuju bagian depan bilik mata dan keluar melalui sudut bilik mata. Fungsi dari cairan akuos ini antara lain adalah untuk nutrisi mata, menjaga bentuk bola mata dan juga untuk menjaga tekanan bola mata. Pada pasien glaukoma, terjadi gangguan pada keseimbangan produksi dan aliran keluar dari cairan akuos humor sehingga tekanan bola mata menjadi lebih tinggi dibanding normal.


Glaukoma Primer Sudut Terbuka

Pada tipe glaukoma ini, sudut bilik mata depan terbuka lebar tetapi terdapat hambatan pada sistem pengeluaran akuos humor sehingga tekanan bola mata meningkat.  Tipe ini sering disebut sebagai pencuri penglihatan, karena sulit untuk dideteksi dini mengingat sering kali tidak bergejala kecuali pada tahap lanjut.


Gejala yang bisa terjadi adalah:

Berkurangnya penglihatan secara perlahan, biasanya di kedua mata. 

Jika sudah berada di tahap lanjut, maka penglihatan akan seperti memiliki frame hitam atau sering disebut juga Tunnel Vision.


illustrasi Tunnel Vision


Glaukoma Primer Sudut Tertutup

Pada glaukoma primer sudut tertutup, hambatan aliran keluar akuos humor disebabkan oleh sempitnya sudut bilik mata depan. Sudut bilik mata depan yang sempit memiliki risiko serangan akut glaukoma. Serangan akut glaukoma adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan mendadak tekanan bola mata akibat sudut bilik mata depan yang sempit menjadi tertutup secara mendadak. Pasien biasanya akan mengeluh mata menjadi nyeri, buram, merah dan nyeri tersebut bahkan dapat menyebabkan seseorang mengalami rasa mual disertai dengan muntah-muntah.Tindakan laser ataupun operasi katarak, dapat membantu mengurangi resiko terjadinya serangan glaukoma akut. Dokter dapat menyarankan untuk dilakukan tindakan laser yang dapat membuka sudut bilik mata depan tersebut. Pada pasien yang juga sudah memiliki katarak, operasi katarak dapat menjadi pilihan untuk membantu membuka sudut bilik mata yang tertutup tersebut. 


Glaukoma Kongenital Primer (Primary Congenital Glaucoma/PCG)

Adalah kasus glaukoma yang terjadi pada anak di saat kelahiran sampai dengan usia tiga tahun. Kasus ini langka dan hanya ditemukan pada 1 dari 10.000 anak. Biasanya baru terdeteksi pada usia 3-6 bulan, dan beberapa kasus baru terlihat di usia 3 tahun. 

Oleh karena kerusakan saraf yang terjadi pada pasien glaukoma bersifat permanen dan tidak bisa disembuhkan, deteksi dan terapi dini adanya glaukoma pada anak sangatlah penting untuk mencegah kebutaan permanen pada usia dewasa. 


Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah

Terlihat ada gambaran putih pada bagian hitam mata anak

Bagian hitam mata anak tampak lebih besar dibanding normal

Anak sering reflek menutup matanya, terutama di saat cahaya terang.

Di saat terang, anak terlihat kesakitan dibagian mata.

Anak terlihat sering berair matanya


Berbeda dengan glaukoma pada pasien dewasa, kasus glaukoma anak pada umumnya membutuhkan pendekatan operasi untuk membantu mengontrol tekanan bola mata.


Glaukoma Lainnya

Selain tipe glaukoma yang telah disebutkan diatas, masih banyak tipe-tipe glaukoma lain yang dapat menyebabkan kebutaan. Glaukoma akibat katarak, trauma/kecelakaan, pemakaian steroid jangka panjang, glaukoma pascaoperasi mata, glaukoma sebagai komplikasi diabetes melitus adalah beberapa tipe glaukoma yang juga cukup sering ditemukan.


Penutup

Glaukoma adalah penyakit saraf mata yang bersifat kronik dan menyebabkan kebutaan pada penderitanya. Tujuan dari perawatan glaukoma adalah untuk mengontrol tekanan bola mata dengan harapan mengontrol atau memperlambat kerusakan saraf mata yang terjadi. Oleh karena kerusakan yang sudah terjadi bersifat permanen, deteksi dan terapi dini merupakan langkah yang paling penting dalam mencegah kebutaan akibat glaukoma.

Dokter-dokter di JEC akan dengan senang hati membantu anda dalam melakukan skrining glaukoma serta melakukan manajemen penatalaksanaan glaukoma.